Senin, 23 Maret 2015

Dewi Mars dalam mimpi ( Novel )

NOVEL " DEWI MARS DALAM MIMPI "



Kali ini saya ingin berbagi novel atau cerita fiksi buat agan-agan yang suka baca-baca cerita , gak terlalu bagus sih tapi semoga aja bermanfaat ..



 DEWI MARS DALAM MIMPI  | stevai elfauzi


Jakarta 11 September 2005






Daerah di kota kecil DKI Jakarta masih basah oleh hujan semalam,butiran air pun masih menempel di dedaunan, gemerlap ibarat lampu pohan natal yang terbias oleh cahaya matahari pagi. kota yang dahulu bernama batavia dan terkenal dengan jawara-jawaranya si pitung dan si jampang juga tercatat dalam sejarah ketika kapal dagang para petualang VOC belanda merapat di pelabuhan sunda kelapa yang akhirnya malah berbalik menguasai kota ini.

Orang-orang yang memulai rutinitasnya di pagi yang basah di bulan juni ini mulai menyemarakkan kota. orang-orang dengan seragam kantor,putih abu-abu,putih biru,putih merah,tawa cerah dan sorot mata cemerlang bagai baris-baris yang menghiasi bait-bait puisi pagi.

Semua bergembira menyambut air hujan setelah musim kemarau yang panjang,bus-bus kota berseliweran menyibak genangan air,sopir-sopir yang mengantar majikannya pun ikut memencet klakson dengan meriah atau untuk orang yang suka pamer dan sok aksi,merayakan dengan caranya sendiri yang dapat merugikan orang lain,mereka menjalankan kendaraannya dengan menggilaskannya di genangan air,sehingga bercipratan mengotori baju orang-orang. ulah itu memang membuat kegembiraan tersendiri dan juga sekaligus merusak bait-bait puisi pagi ini.

Remaja yang bernama pay berseragam putih abu-abu berjalan menyusuri jalanan yang becek bekas hujan semalam menuju sebuah rumah dengan pekarangan yang cukup luas dan ada pohon jambu susu di dekat pagar.
" Ayyo mam lets go kita berangkat pagian dikit broww" serunya.
Disana sudah berdiri seorang remaja yang juga mengenakan seragam yang sama seperti pay.
" bentar gw minta duit dulu ama emak gw " jawabnya.
Imam nama remaja itu berperawakan sedang dan lebih besar badannya dari pay namun dia agak nyeleneh begitu menurut pendapat pay , dia merupakan adik kelasnya.
Maklum hari itu merupakan hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang kenaikan kelas .   


Pay merupakan sosok remaja yang tak berpendirian tetap tapi lumayan berpredikat juara kelas di kelas 1 & 2 nya, agak pintar tapi sedikit ngelantur,kegilaannya muncul sejak kelas 1 SMA , pergaulan yang bisa di bilang cukup bebas menjadikannya seperti itu.


Seperti biasa pay dan imam di halte bus, mereka menunggu bus yang menuju ke sekolah mereka, menyulut sebatang rokok Djarum super yang mereka beli di warung kecil di samping halte bus,setelah sekian lama menunggu akhirnya yang di tunggu pun tiba , sebuah bus kota bertuliskan metro mini 611 yang sudah penuh sesak oleh para penumpang yang pagi itu juga melakukan aktivitasnya, dengan terpaksa mereka menaiki bus kota itu karena waktu sudah menunjukan pukul 07 kurang 15 menit sedangkan sekolah mereka jam masuknya pukul 07.00.

" Wahh ni mah sama ajah telat-telat juga namanya " , Ujar pay
" Alah,,,ga ngaruh emang kita udah biasa di setrap ma pak ABG..."
" Tapi sakit juga geg di getok ma gagang pengki ".
" Mending dari pada lo di suruh bejemur di depan cewek-cewek sekolah yang amat menyebalkan..." , canda imam yang membuat mereka tertawa beberapa saat.


ABG adalah guru bahasa inggris di sekolah mereka yang nama sebenarnya adalah Abdul Ghani , dengan wajah yang menyeramkan bagai serigala di tambah kumis yang begitu tebal seperti bulu ketiak yang tidak pernah di cukur menjadikannya guru yang paling di takuti dan di segani murid-murid di sekolah mereka.
" Tuh kan mam gw kata juga apa ,abis dah tangan ma pantat gw memar di getok ma gagang pengki ", ucap pay ketika melihat pintu gerbang sekolah sudah tertutup rapat.
" Wah bener juga luh , abis nih pantat gw bokes ma tuh guru tapi tenang ajah gw masih punya pantat cadangan di rumah ", seperti biasa imam dengan candanya yang membuatnya tertawa sendiri.


" Hey,,,hey,, kamu berdua , dari dulu kagak lagi laen langganan telat mulu yahhhh,,, apa alasan kalian sekarang , kesiangan lagi,,macet lagi,,HaaHHHhhh",

Tiba-tiba saja pak ABG atau lebih lengkapnya lagi pak Abdul Gani berbicara lantang di depan pintu gerbang sekolah. Mereka pun tak bergeming, bengong seperti sapi ompong di siang bolong, sesaat keduanya saling menatap,kemudian......,,PLAKKH,,...,,'''''PLAAAKKHH''',,,DZIGGHHH,,,,..BBUKKHHH,, ,aWwwWWwhhHh,,,,,,ampun paaaAkkKKk....", tak sempat mengelak mereka pun terkena sabetan gagang pengki dari guru yang menurut mereka amat menyebalkan.
" Awas luh ABG sialan masih ngebet lagi pantat gw,ntar lo kalo gw udah lulus gw bekep karung goni pala lo dari belakang trus gw bagel pake balok", celetuk imam sambil menahan sakit di pantatnya dan itu setelah pak ABG masuk ke dalam ruang guru.

Mereka masih tertawa terbahak-bahak meskipun pantat mereka habis di hajar oleh gurunya itu, mereka membahas caranya untuk membalas dendam pada pak ABG dengan khayalan mereka , meskipun hal yang mereka bahas itu tak akan pernah terjadi namun sepertinya menurut mereka amat menyenangkan membicarakan hal itu, mereka melewati lorong sekolah dan akhirnya harus berpisah karena mereka memang berbeda kelas.


" Selamat pagi pak ", Pay menyapa gurunya yang sudah lama berdiri di depan kelasnya,
" OowWhh kamu lagi-lagi telat , sudah berapa kali kamu terlambat dan ini yang terakhir kalinya saya memberikan toleransi untuk kamu besok kalau kamu terlambat lagi kamu gak usah masuk pelajaran bapak lagi ", Seru gurunya dengan nada setengah membentak , Pak Syafe'i nama guru itu dan juga merangkap sebagai wali kelasnya di sekolah itu.
" Iyya pak ", jawab pay,

Dia berjalan gontai sambil menyorot matanya guna mencari bangku yang kosong dan ternyata ada bangku yang kosong di pojok kiri kelas dekat jendela.
Pay pun beringsut menuju ke bangku yang tak berpenghuni itu , dan meletakkan tasnya sambil menyapa penghuni bangku di sebelahnya yang sejak tadi memperhatikannya.

" Hayy ", Ucap pay kata-katanya dingin tak bersahabat.
" Hayy juga nama lo siapa dah ? ", Jawab orang itu yang bernama rijal.
" Pay , dan lo , nama lo maksudnya ? "
" Gw rijal " balasnya.
" Muka lo gudangnya tai lalet yak jorok banget sih muka lo ada tai semua hahahaa,,,", Canda pay tapi tidak di gubris oleh rijal yang dari tadi hanya diam dan terlihat memerah di raut mukanya.
Pay pun menyadari ketersinggungan teman barunya itu dan merasakan ketidak harmonisan pembicaraannya itu.
" ahh payah lo gak gokil, gak gila kaya gw ", Ucap pay sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya.



Pay anak yang lumayan pintar, tapi bandel gak karuan, dalam tasnya hanya ada satu buku dan satu pulpen, satu buku merangkap semua pelajaran yang ada di sekolahnya itu .
Ketika gurunya sedang menerangkan pelajaran , dan murid-murid yang lain menyimaknya , pay malah sedang asyik mengayunkan pulpennya menggambar khayalannya di lembaran-lembaran kertas putih kosong robekan bukunya.
Terkadang dia menelungkupkan kepalanya di meja,menguap dan pura-pura ke toilet yang sebenarnya keluar kelas bukan untuk buang air kecil melainkan hanya untuk merokok di toilet sekolah.

Waktu menunjukkan pukul 09.45, jam-jam pelajaran pun telah berlalu, 4 jam buat pay terasa seperti setengah abad, ",,,Neh guru ngebanyol mulu gak ada juntrungannya,,,", Ucap pay dalam hatinya menahan kesal.

Akhirnya bel istirahat pun berbunyi,ratusan pelajar berhamburan keluar dari kelasnya dan untuk murid-murid cewek yang suka ngegosip biasanya tetap tinggal di dalam kelas dan asyik membicarakan hal-hal yang tidak begitu penting.


Seperti biasa pay selalu meletakkan headset di telinganya sambil mendengarkan lagu " Only one-nya Yellow card ", dia menuju kantin yang tak terlalu jauh dari kelasnya lalu tiba-tiba ",,BRuUkKHHhhH....!!!!.
" Wooyy,,,ati-ati dong kalo jalan mata luh buta yak ", Pay dengan berang mengomel.
" Maaf tadi gw buru-buru , sekali lagi maafin gw yah ", Ucap gadis yang telah menabraknya tadi dengan penuh penyesalan. Pay yang sudah terlanjur kesal pun diam saja .
Karena merasa permintaan maaafnya tak di respon oleh lawan bicaranya maka gadis itu pun berkata lagi
" Gimana di maafin gak ",,,, Ucap gadis itu dengan tersenyum manis.
Pay terdiam sejenak sambil memandangi gadis itu .
" Yee gw maafin laen kali kalo jalan pake mata jangan pake dengkul , trus lo plototin tuh jalanannya ", Ucap pay sambil menahan dongkolnya.
Mereka berdua saling menatap terdiam , terlintas dalam benak pay " cewek bro cakep , manis , keren banget lagi "
" Hey kok lo bengong aja sih " sapa gadis itu yang masih memperhatikan pay.
Pay pun tersentak bangun dari lamunannya , tak lama dia berkata
" HmmMMmm Gimana abis lo liatin gw , sesuai gak ma standar cowok loh ",,,, Pay tersenyum lalu berjalan gontai pergi meninggalkan gadis itu.



YANA nama gadis itu , lumayan tinggi , cantik ibarat sinar bulan purnama dan jadi kembang desa di kelasnya , dengan dongkol bergumam
" ke PD an banget tuh cowo ",,,, Sambil berlalu pergi meninggalkan lorong sekolah.
Di kantin sekolah , tampak penuh bak stadion sepak bola yang sedang menggelar pertandingan akbar, pay menyusuri kantin mencari sepasang mata yang mungkin di kenalnya.
" Woyyy Pay sini luh ,,,". Terdengar lirih suara dari pojok kantin dan ternyata di sana sudah ada imam dan teman-temannya sedang bertengger di sana.
" Heyy bro boleh gabung gak ", Seru pay bersemangat.
" Boleh-boleh asal lo yang ngepresidenin kita semua,,". Ucap imam sambil melirik dan memberi tanda kepada teman-temannya.
" Sialan luh ,, Okeyy Luh pesen ajah semua yang lu mau , Tenang aja lu pada ma gw,,"
" Bener luh , Okey bro kita Serbu neh kantin ". Seru imam dengan penuh rasa semangat.
" gw pesenin ketoprak mam ,," ucap pay
" gw soto ceker yak jangan lupa pake kecap ma jeruk nipisnya banyakan dikit " rijal pun tak mau kalah.
" Gado-gado mam pake lontong jangan pedes-pedes " Sauqi juga ikut memesan.
" Sialan luh pada yak , sono pesen sendiri mang gw yang jualan " seru imam sambil menunjukan wajah yang cemberut.
Melihat reaksi imam yang cemberut mereka pun jadi tertawa geli ,
Mereka terlihat asyik mengobrol dan tertawa , tak lama kemudian pay pun beranjak pergi meninggalkan mereka yang sedang asyik melahap makanannya.

‘’ Lo pada di kasih ongkos kan ma emak luh , Lu bayar aja sendiri pake duit lu hahahhahahh " , Ucap pay sambil berlalu pergi dan tertawa penuh kemenangan.
" wahh kaco luh pay , woy , kaco tuh anak untungnya gw masih punya duit , luh pada megang duit kagak ????,", Seru imam kepada teman-temannya.
" Wahh sialan si pay , gw pikir beneran mau di bayarin , sengak banget , mana gw kagak punya duit lagi, mam gw pinjem duit luh yak ", seru rijal .
" Duit gw cekak jal , ma sauqi ajah dah ", jawab imam.
" Sialan jadi gw yang ngeluarin duit ", seru sauqi dengan rasa dongkolnya.





pay merogoh kantongnya hendak mengambil uang untuk membeli sebatang rokok Djarum di warung sebelah halte bus,kali ini imam tak bersamanya,pagi yang mendung meski hujan tak juga turun dari atap besar berwarna biru di angkasa sana,awan-awan hitam bergumul hendak menerkam sang raja siang matahari.

Pay berlari menuju gerbang sekolah dengan susah payah berteduh agar tak basah kuyup di guyur hujan yang turun selagi pay masih di bus tadi.tapi di kejauhan nampak juga seorang gadis berlari-lari kecil menujunya dan dia adalah gadis yang menubruknya dan membuatnya kesal beberapa hari lalu.
Pay melihatnya dengan sorot mata yang tajam, sesaat mereka terdiam tak lama kemudian
" Gimana penampilan gw hari ini, memenuhi syarat standart cewek loh gak ?", Yana mengulang perkataan yang diucapkan pay tempo hari pada pertemuan pertamanya dulu ketika mereka bertubrukan di lorong sekolah.
" Jauh di bawah standart luh ",Ucap pay sambil tersenyum , Yana pun tersenyum.

Indah... itulah yang ada di benak pay saat itu, ia melihat sekujur tubuh gadis mungil itu dari ujung rambut sampai ujung kakinya,betapa bersyukurnya wanita di berikan keindahan oleh tuhan semesta,lekuk-lekuk tubuhnya
",,,,oOhhh begitu indah" gumam pay, dia memang menyukai keindahan.
" Ngapain lo ngeliatin gw kaya gitu ", yana memulai pembicaraannya,senyum nakal pay terlontar seperti biasanya ,
" Ihh kok lo senyum-senyum doang sihh ", yana mulai jengkel dengan remaja bandel di sebelahnya.

‘’ Senyum itu bahasa dunia , mendingan gw senyum dari pada gw cemberut ",Celetuk pay sambil menghisap sebatang rokoknya.
" Masuk yuk ", Ajak pay kepada gadis yang sedari tadi memperhatikannya,
Mereka berjalan dalam kebisuan , ada sesuatu yang menjalar dalam hati pay, entah apa itu dia sendiri pun tak begitu menyadari hal itu. di lorong koridor sekolah mereka berpisah karena mereka memang tak satu kelas.
" Hmmm cantik , penuh pesona ", gumam pay dalam hatinya ketika melihat gadis itu berjalan menjauhinya.

Bak dewi mars bagi pay,bola matanya indah,pandangan matanya seperti mentari yang selalu menyinari dunia, rupanya dia mulai sadar dengan sesuatu yang menjalari perasaannya pada gadis itu, tapi perasaannya itu di tepis mentah-mentah , Pay bukan pecinta....



Pay menyodorkan badannya di dinding kamarnya,sambil mendengarkan lagu " Losing grip-Nya Avril Lavigne ", Perlahan dia mengingat kembali peristiwa siang tadi,bersanding dengan gadis bak dewi mars yang memancarkan sinar keindahan....begitu indah....
" Lagi ngelamunin apa sihh,segitunya mpe-mpe lupa makan anak mama", Mamanya membangunkannya dari lamunannya.
" ahh mama ngagetin ajahh ", Pay gelagapan ketika tahu mamanya memergokinya sedang melamun.
Anak mama lagi jatuh cinta rupanyaa ", Ujar mamanya sambil tersenyum mencoba menebak apa yang di rasakan oleh anaknya.
" Ahh enggak ko' mah , pay cape pengen tidur ajah ", Pay mencoba menghindar dari ucapan mamanya yang menurutnya benar , dia sedang jatuh cinta pada dewi marsnya itu.



Remaja bandel itu berlagak bak koboi yang sedang mengintaikan mata pistol ke musuh-musuhnya , di kantin sekolah  sambil melihat dengan pandangan matanya yang dingin mencari teman se-Genknya. Di sana sudah berkumpul imam dan teman-temannya yang lain. Senda gurau dan tawa menghiasi wajah mereka, keceriaan dan kebahagiaan bercampur menjadi satu, begitulah kalau pay dan teman-temannya sudah berbaur di kantin , apa saja mereka bicarakan , mulai dari sekolah,guru-guru yang menurut mereka menyebalkan ,berita-berita yang sedang ramai di bicarakan di televisi sampai ke politik pemerintahan yang mereka anggap tidak becus memimpin negeri tercinta mereka, dan ada satu hal yang tidak bosan-bosannya mereka bicarakan yaitu gadis-gadis cantik di sekolah mereka.
Tanpa mereka sadari gadis yang pay anggap sebagai dewi marsnya itu datang menghampiri meja mereka dan duduk di sebelah pay.
" EeiiHhh siapa tuh pay,cewek luh yeh,". Ucap rijal mendecak kagum pada gadis yang duduk di samping pay.
" Bukan , dia bukan cewek gw ", kata pay menjelaskan.
" Mantap ey cewek yang kaya begini nih yang gw cari " , Celetuk sauqi sambil mengedipkan matanya ke arah yana.
" Gw juga mau kalo yang model beginian mah biarin dah gw jadi babunya juga gw mau", Imam ikutan nyeletuk.
Melihat suasana yang sepertinya sudah ngelantur , yana pun mencoba memperbaiki suasana tersebut.
" Oohh ya gw yana , kita belum kenalan kan, Lo pay yee " Ucap gadis itu sambil tersenyum ke arah pay.
Pay kewalahan dan agak gugup juga .
" Ko' Lo tau nama gw dah ", jawab pay agak heran
" Siapa yang kagak tau lo yang tiap hari senin di setrap di depan tiang bendera pas lagi upacara gara-gara telat, kan lo doang ma temen-temen lo yang sama sablengnya ",ungkap yana.
" Weeiih terkenal juga yak gw , maklum aja seh calon artis , kalah ariel peterpan ", pay balas menimpali.
" PD banget lohhhh , Di setrap aja bangga....", Ucap sauqi yang sedari tadi mengikuti alur pembicaraan mereka.
" Disetrap itu lambang kehidupan gw di sekolah ", pay memulai guyonannya, mereka tertawa dan bersenda gurau selama bel istirahat belum berbunyi.
Ada kebahagiaan dalam benak pay , pikirannya tertuju pada gadis yang duduk di sampingnya,
" Andai saja .... ", Selalu saja khayalannya datang pada saat-saat seperti itu, pandangannya tak lepas dari wajah manis dewi marsnya itu. yana pun menyadari ada perasaan yang tersembunyi dari sorot mata pay yang begitu tajam , tapi ia pun tak tahu arti dari pandangan mata itu.


Tidak terpikirkan oleh remaja bandel ini , kedekatannya dengan yana dewi marsnya itu ternyata menyulut api permusuhan dengan geng slononk boy yang di ketuai oleh Aay,yang sudah sejak dulu menyukai gadis yang berperawakan sedang dan manis itu, entah sudah yang kesekian kali cintanya di tolak oleh yana, tetapi tak pantang menyerah dia selalu saja menggodanya , muka badak begitu kata pay ketika yana menceritakan tentang aay kepadanya.

" Sialan boy , liat tuh si pay sengak banget laganya, berani-beraninya dia deketin cewek inceran gw , harus di kerjain tuh anak sialan ", Dengan kesal aay bicara pada teman-temannya ketika melihat pay dan yana sedang duduk di taman sekolah.
" Hajar aja bos , kasih pelajaran ", Apit pun menimpali kekesalan bossnya.
" Ayo bos sekarang ajah kita gebugin mpe koit tuh anak ", rezha pun ikut memanas-manasi emosi aay.
" Tunggu goblok , jangan sekarang , masih ada yananya, tar aja liat , gw bikin mules perutnya mpe kagak doyan cewek lagi tuh anak ". Aay dengan penuh emosi sedang merencanakan sesuatu dengan teman-temannya.


Geng slononk boy memang geng yang paling di takuti di sekolah itu, karena orang-orang yang tergabung dalam geng itu semuanya adalah orang-orang yang sering ikut tawuran dengan sekolah lain. mereka murid-murid paling bandel di sekolah itu. bahkan guru-guru pun sudah bosan untuk menasihati dan menghukum mereka.



Di toilet sekolah , seperti biasa pay berpura-pura buang air kecil ketika jam pelajaran berlangsung . dengan cekatan ia menyalakan korek gasnya dan menyulut rokok yang sudah terselip di bibirnya, ,,"fuuhhhhhh,,," , pay menghembuskan kepulan asap rokoknya ke atas , tak lama kemudian aay dan dua orang temannya masuk ke toilet itu,
" Wahh kebetulan neh boss , ada si monyet lagi ngerokok tuh " bisik apit pada aay .
" Udah lo pada tenang aja ini urusan gw ", Jawab aay.
Aay pun berjalan ke arah westafel dan ketika melintas di depan pay dia sengaja menyenggol tangan pay hingga rokok yang di pegang pay pun terjatuh.
" Oohh sorry pay " , Ucap aay dengan senyum yang sinis.
pay pun mengira hal ini ketidak sengajaan , maka dia pun merunduk hendak mengambil rokoknya yang tadi jatuh.

Namun ketika tangannya hendak mengambil puntung rokoknya itu , kaki aay sudah terlebih dahulu menginjak-injak rokok itu .
Merasa di permainkan, pay pun dengan cekatan mencekal kerah baju aay ,
" Jangan kira gw takut ma luh ", Seru pay dengan penuh amarah
Aay dan teman-temannya pun terdiam tak menyangka kalau remaja di depannya ini mempunyai keberanian untuk mencekal kerah bajunya.tak menginginkan terjadinya perkelahian pay pun melepaskan cekalannya , dan berlalu pergi.
" Berani juga tuh anak, lait aja nanti gw bakal buat pehitungan ma dia ",seru aay
" Payah boss kita ini, bukannya di hajar aja ", celetuk rezha.
" Bego luh , kalo ketawan bisa di skor kita berantem di sekolah ", Jawab aay.



Sore itu pay berjalan menyusuri trotoar di pinggir jalan sepulang dari sekolah , kali ini dia tidak bersama imam yang sekarang sedang latihan band bersama teman-teman bandnya, BnB nama bandnya,band itu sudah lumayan tenar di sekolahnya ,dengan personil yang sableng semua menurut pay,sebenarnya pay pun termasuk dalam personil band itu tapi kali ini dia tidak ikut latihan karena sepertinya dia kehilangan moodnya, tak lama pay pun berhenti di warung kecil di pinggir jalan hendak membeli sebatang rokok Djarum,menurutnya rokok adalah teman hidup sama seperti wanita-wanita cantik itu.ketika berbalik hendak meneruskan lamunannya , tiba-tiba saja dia di serempet oleh segerombolan anak-anak bermotor yang sudah sedari tadi membuntutinya.

" Slononk boy sialan ", makinya dengan geram.
" Bocah tengik , beraninya lo deketin cewek gw , udah bosen idup luh , mau nyari mati lohhh ", Ucap aay dengan nada penuh emosi.
" wWeiiTtss !!! tunggu dulu boy , gw salah apa emangnya lu maen ngedumel ajah HahHhh !!,,", Pay berkilah karena tak tahu apa yang di lakukannya hingga membuat pentolan slononk boy itu kesal.

" Masih blo'on aja nih anak , lu ngedeketin yana cewek gw, itu sama aja lu nganterin nyawa luh lebih cepet sebelum waktunya , ngarti luhh ", Aay mulai memanas dengan menggebu-gebu menatap tajam ke arah pay.
Pay pun menyadari kejadian di toilet tadi karena kecemburuan aay yang membabi buta , Pay masih terlihat tenang .
" yana gak ngerasa jadi cewek luhh , lo jangan ngaku-ngaku dehh , lagian lo belum kawinkan ma dia jadi wajar-wajar aja dong gw deketin yana " , Seakan tahu resiko dari perkataannya , pay pun bersiap memasang kuda-kuda.
" sialan neh bocah nyari mampus luuhhh ,,,,," Aay berbicara dengan lantangnya dan emosinya semakin memuncak ibarat anak gunung krakaktau yang sudah siap memuntahkan laharnya , kepalan tangannya menjalar lurus ke wajah pay tapi pay dengan mudah mengelak dan memberi bogem mentah ke wajah aay, Akhirnya perkelahian tak seimbang itu terjadi . pay masih bisa membalas dengan beberapa pukulan dan tendangan , tapi pay bukan lah seorang JET LEE dengan kepiawaiannya memainkan kungfu , bukan pula JACKIE CHAN atau ARNOLD SWEITHCNEIGER dalm film laganya, pay terdesak tiga lawan satu,ke tidak adilan terbukti lagi , tidak manusiawi.

Pay bersandar di bawah pohan rindang , merenung sambil menahan sakit di rahangnya setelah terkena pukulan-pukulan tadi , bibirnya mengeluarkan darah .
" Slononk boy sialan ", Makinya dengan kesal.



Pay memang seorang pengembara khayalan , pikirannya selalu penuh dengan angan-angan dan menulis roman, dia selalu menggabungkan khayalan dengan dunia nyata, itu memang akibat terlalu banyak nonton film seri.
Mungkin orang-orang yang melihat tingkahnya mengatakan dia sudah gila,itulah pay seorang remaja bandel yang menyukai keindahan dan baginya yang indah-indah itu ada pada wanita , pernah ia berpikir kalau saja tak ada wanita di bumi ini maka dia pasti akan mati , " Ah,,,ada-ada saja ".

Perkelahian tak berimbang itu tak mampu menyudahi langkah pay untuk mendapatkan dewi marsNya itu, dendam membara terus berkobar seperti bara api yang tak kan pernah padam walaupun air membunuhnya , emosinya tak tertahankan lagi setelah perkelahian itu.
Pay pun merasakan keganjilan dalam hidupnya belakangan ini, semenjak dia bertubrukan dengan yana di lorong sekolah ketika itu , Gadis itu selalu hadir di setiap mimpi-mimpinya, di kehidupannya. dia merasakan hal yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya,selama ini dia tak pernah merasakan apa itu di cintai dan menyintai , yang selama ini paling di cintainya adalah ibunya , pay pun tak dapat menyimpulkan apakah ini cinta atau hanya sekedar perasaan sayang biasa.
Maka dari itu pay tak pernah berani untuk menyatakan cintanya pada yana , dewi mars pujaan hatinya itu. Keberaniannya itu tak pernah muncul jika dia sudah berhadapan dengan yana .
Menurutnya tak ada hal yang paling di takutinya sekarang ini kecuali mengutarakan isi hatinya pada dewi marsNya itu.


Alunan lagu " Sampai menutup mata-Acha septriasa",Sayup-sayup terdengar dari sebuah kamar bernuansa pink, penuh dengan boneka kucing. di tempat tidur nampak seorang gadis sedang mengayunkan penanya di buku diarynya,mencoba merangkai kata-kata, perasaannya bercampur aduk malam itu, antara bahagia dan sedih, dia tak tahu apa yang dia rasakan.
Tak lama dia menatap lagi buku diarynya , dan mulai menulis kata-kata indah.

" Pay sebuah nama yang mengandung kekuatan , cowok norak,tengil,bandel dan menyebalkan juga punya pengertian,ibarat legenda dia penuh dengan imajinasi dan sensasi , jujur ,, hari-hariku akan sepi tanpanya.....".

Kemudian dia tersenyum dan memejamkan mata , " Apakah ini cinta ?,,,". Ucapnya dalam hati.
" Apakah dia merasakan hal yang sama kaya gw...gw gak pernah tawu, Semoga saja dia juga merasakan hal yang sama ".

Malam pun kian larut , sang rembulan sudah berada di puncak rotasinya. pucuk-pucuk nyiur pun melambai di terpa angin malam , suara jangkrik tak hentinya berkumandang menambah damai suasana malam itu , gadis itu terpejam dalam perasaannya , terlelap dalam keindahan malam yang membawanya ke alam mimpi yang indah, bisakah mimpinya itu di beli dengan sesuatu yang lain....



Bunyi lonceng di depan ruangan guru itu begitu riang memecah kepenatan setelah mengikuti baris-baris soal selama enam hari yang melelahkan.
Musim ulangan usai sudah.

Di lorong antara perpustakaan dan laboratorium , pay memepet ke dinding, memberi jalan kepada empat orang gadis yang riang. Mereka asyik bercakap-cakap tentang hasil ujian mereka nanti dan rencana liburan mereka. Mereka tidak mempedulikan pay yang sudah mengalah memberi mereka jalan.Tapi walaupun kelihatannya begitu, pay melihat gadis yang ada lesung pipit di sebelah kanan pipinya melirik secara sembunyi-sembunyi ke arahnya,

Dewi mars lagi,
Pay mengikuti tubuh itu dengan kerinduan yang memuncak,rambutnya yang terurai sebahu meloncat-loncat,begitu ritmis berirama jalannya,ibarat peragawati di atas catwalk.

Dewi mars itu memabukkan , menyelimutinya.
Semakin lama yana semakin menjauh meninggalkan pay yang sedari tadi mengikutinya , pay pun berhenti dan matanya selalu memperhatikan dewi marsnya itu ,’’ tapi dia tak kan pernah menjauh dari dalam mimpiku ‘’, Gumam pay dalam hatinya.

Remaja pay menyeret kegalauan hatinya ke perpustakaan,hanya ada seorang gadis di pojok, sedang menekuni bukunya.pay tidak memperhatikan. Dia asyik membaca judul-judul buku di rak,di ambilnya ensiklopedia , ketika dia menarik bangku dan bunyinya berderit memecah kesunyian,dia baru menyadari siapa gadis yang duduk di pojok itu.

Mereka saling pandang.
Inilah pertemuan mereka untuk kesekian kalinya, kerinduan,kegembiraan dan kebingungan berseliweran di benak mereka.

Dewi mars hadir lagi di hadapannya.
‘’ Hayy ‘’, suara pay bergetar.
‘’  Hayy ‘’, yana juga merasakan begitu.
‘’ Apa kabar ‘’,
‘’ Baik , lo pay ‘’,
‘’ Kaya yang lo liat ,,, ‘’, pay dengan senyum nakalnya.
‘’ Liburan ke mana ‘’, pay memulai pembicaraannya.
‘’ gak kemana-mana “, jawab yana.
‘’ Masa segh , mau ikut gw gak, ‘’, tanya pay.
‘’ ke cipanas , gw pengen berenang di air panas ‘’,
‘’ Hmmm boleh juga tuh , kapan berangkatnya ‘’, jawab yana sambil menarik bangku di samping pay.
‘’ lusa gimana ‘’,
‘’ Okayyy ‘’ , jawab yana.
‘’ gw ke kelas dulu yak pay ‘’, yana beranjak dari tempat duduknya dan berlalu pergi meninggalkan pay yang sendirian di dalam perpustakaan,,, hanya sendirian.





‘’ Sudah jam sepuluh pay , luh kan ada janji katanya ma yana mau ke cipanas “, ujar imam mengingatkan.
‘’ Oiia gw lupa, gw cabut dulu broow “, pay  menyalakan motor Jupiter ZR nya, dan terus melesat menuju rumah yana.

Sesampainya di depan rumah yana, pay memutar sepeda motornya dan memencet klaksonnya. Dia malas masuk ke halaman rumah yana . nantinya suka terlalu banyak prosedur.
Orang-orang tua sekarang selalu saja repot dan khawatir kalau anak gadisnya berpergian. Aneh ,, seperti tidak pernah merasakan masa muda saja . Tapi itu wajar , soalnya di kota sebesar jakarta  sudah tidak tabu lagi moral-moral yang rusak , kefanatikan agama islamnya kini bullshit belaka,betapa para remaja di kota jakarta sekarang sudah banyak yang kawin terpaksa.

‘’ Sebentar pay ‘’ , yana sang dewi marsnya itu berteriak kegirangan.
Pay nangkring saja di sepeda motornya , Asyik memperhatikan dan menikmati tubuh yana yang padat berisi, yang di bungkus celana jeans ketat dengan kombinasi baju hawaii biru muda. ‘’ Amboi,, keren banget ‘’ ,decaknya.

Mereka sudah melesat ke arah selatan di kota bogor tepatnya, setelah dua jam dalam perjalanan kini mereka memasuki areal kaki gunung gede . Di kiri dan kanan sawah-sawah mulai menguning, hawa di areal kaki gunung ini sejuk tidak seperti di jakarta yang panas menyengat.
Mereka melewati perkampungan , Pay mengecilkan gas motornya karena jalan ini berlubang-lubang.
‘’ Bawa baju renang ‘’, tanya pay
‘’ Bawalah ‘’, yana merapatkan duduknya.
Pay memarkir motor jupiter ZR nya, para pengunjung di setiap hari libur lumayan banyak juga. Pemandian cipanas ini rimbun oleh pepohonan, banyak saung-saung yang sengaja di bangun di bukit-bukit,tentunya buat orang-orang yang ingin enjoy bersama pasangan dan keluarganya.

Cipanas adalah sebuah pemandian air panas yang berada di kota bogor,seperti pemandian ciater di subang,air panas yang mengalir dari perut bumi ini mengandung belerang yang sangat berguna untuk kesehatan .

Pay memeluk pinggang yana erat-erat.
Betapa mesra dan gembiranya mereka hari ini.
‘’ Langsung berenang ‘’, yana menyandar manja.
‘’ He-eh ‘’, Pay tersenyum nakal.
yana memberengut, mencubit lengannya.
‘’ Auww ‘’ ,Pay menjerit kesakitan . ‘’ kekencengan tuh nyubitnya , yan ‘’, Gerutu pay.

Pay memandangi yana yang sedang membasahi tubuhnya di shower, air yang menyembur lewat lubang-lubang kecil di atas kepalanya itu seperti memukuli tubuh yang bergerak bagai penari jaipongan.
Remaja bandel ini menelan air liurnya.

Berbahagialah kaum wanita yang di karunia keindahan tubuh oleh tuhan, tidak semua wanita di karuniai sentuhan tangan sang seniman agung. Tapi kadang kala wanita suka kelewat batas dalam memanfaatkan keindahan tubuhnya. Susah memang,, Manusia sudah komersialis, semuanya di ukur dengan materi, Uang sudah menjajah manusia.

Remaja bandel itu terjun ke kolam, mereka main kucing-kucingan di kolam , ciprat-cipratan air, bagai ikan mas atau ikan hias di dalam akuarium. Orang kalau sudah di rasuki dewi cinta memang suka lupa segalanya,sekelilingnya , kayaknya kalau ada kebakaran pun mereka pasti cuek saja.
Mereka tidak perduli tatapan orang-orang yang suka usil, kalau ada yang tanya,jawab saja,
‘’ Pengantin baru ‘’ , kata pay konyol.

Kedua remaja yang yang sedang di mabuk asmara itu berendam di tempat yang terkurung oleh tembok, Kata orang tua kalau kita berdua-duaan dengan lawan jenis kita dalam sebuah tempat yang sepi dan tertutup biasanya ada malaikat di pihak kanan dan setan di pihak kiri, seperti dua negara adikuasa yang memperebutkan sebuah negara saja. Mereka berperang saling mengalahkan, Nah tinggal kita yang memilih mau berpihak kepada siapa ? malaikat atau setan).

Yana membasahi rambutnya , dia menyisir ke belakang dengan jari-jari tangannya, Pay perlahan mendekati sang dewi marsnya itu,sorot matanya tajam , menyihir dan meluluhkan. Dia merapatkan tubuhnya , gadis manis itu gemetaran merapat ke tembok, dia begitu menanti-nanti babak selanjutnya , matanya terpejam.

‘’ Jangan pay ‘’, yana tersentak dan mendorong tubuh pay.
Pay gelagapan dan salah tingkah, ‘’ Ssory yan ‘’,
yana tertunduk menggigit bibirnya.menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya . Hampir saja dia kehilangan sesuatu yang untuk zaman sekarang sudah menjadi sangat langka.Sesuatu yang teramat penting dalam keseluruhan hidup wanita, Sesuatu yang teramat sensitif.

Mereka kini duduk di sebuah batu besar, memandangi pesawahan menghirup udara pegunungan. Udara segar yang kini sudah sangat susah di beli di kota. Saban hari di kota, kita terpaksa menghirup asap knalpot dan asap pabrik saja.

‘’ Makasih tadi lo ingatin yan, gw khilaf ‘’,
yana diam saja.

Mereka semakin betah duduk di sana, mata mereka begitu terhibur oleh hijaunya bukit-bukit. Semoga hal natural begini masih bisa bertahan terus sampai generasi cucu-cucu kita,semoga tempat ini terhindar dari tangan-tangan serakah. Semoga tidak bernasib sial seperti bumi kalimantan .
Suara angin mendayu-dayu memainkan pucuk ilalang, cericit burung mengincar batang-batang padi yang bunting dan matahari beberapa kali meronta dari kepungan mega.




Langit jakarta malam itu sedikit berbintang,bulan yang setengah pun tampak pucat,jalanan lenggang . Tapi di akhir bulan november di sudut pondok pinang setiap malam , akan kita lihat banyak tumpukan durian berjejer di pinggir jalan,Orang-orang yang jenuh di rumah biasanya melewatkan waktunya di sini, nongkrong sambil ramai-ramai makan durian.

Pay di sepanjang jalan malam itu, Sendirian dan gelisah,Dia berjalan karena ingin berjalan saja. Jalanan yang di pagari pohon asam temaram oleh lampu jalanan,,, sepi. Betapa bedanya dengan kawasan elit Thamrin city yang selalu ramai oleh tawa genit perempuan ‘’ lima puluh ribuan ‘’, belum lagi yang berjejer di taman lawang, tanah abang  dan jalan harmoni, menjajakan tubuhnya yang bau parfum, ibarat sedang jualan pisang goreng saja. Lantas kita jadi di ombang-ambingkan kenyataan bahwa, harga kehormatan untuk zaman sekarang sudah kalah bersaing dengan harga satu gram emas.

Dia memandang ke taman  yang gelap , halamannya di tumbuhi pohon-pohon besar, umurnya mungkin sudah puluhan tahun, semakin melengkapkan kesan angker dan lukisan menyedihkan tentang fenomena alam.

Pay di sepanjang jalan malam itu.
Ada sepeda mini memotongnya.
Pay melompat kaget.
Ada tawa kegirangan dari bibir perempuan.

Sepeda mini itu berputar , membalik dan berhenti. Penunggangnya dengan gesit melompat. Senyum gelinya masih terlukis manis.
‘’ yana ‘’ , Pay meringis.
‘’ Hayy ‘’ , Sapanya riang.
Pay terpana keheranan, Sungguh berbeda , pikirnya.
Beginilah rupanya figur remaja kota besar. Fair , Semuanya tercetus langsung. Dia selalu meneliti tubuh yang di balut dengan pakaian mini ketat dan bercelana boxer. Boyish , Decaknya kagum.
Pay menyulut rokok Djarum supernya.

Yana memperhatikan gerakan-gerakan lelaki yang mulai mengganggu mimpi-mimpinya. Mulai dari gerakan ketika dia merogoh saku jaketnya , mengeluarkan sebatang rokok, menyelipkan di bibirnya dan menyulut dengan geretan Zipponya, mengagumkan…

Mereka tertawa , berjabat tangan .konyol sekali.
‘’ Nggak belajar ‘’, Pay duduk di trotoar.
‘’ Ngapain, ini kan minggu tenang, ‘’,jawab yana
‘’ Kalau mau pinter jangan belajar cuman pas mau ulangan doang ‘’, pay tersenyum.
‘’ Elu sendiri ngapain keluyuran kaya orang linglung ‘’,
‘’ Cari ilham ‘’, jawab pay
‘’ Bikin sajak apa syair ‘’
‘’ Bikin apa aja ‘’
‘’ Ilham di rumahnya noh lagi ngegosok ‘’,
‘’ bisa aja dia ‘’ , pay tertawa kecil lalu menghembuskan asap rokoknya.

Mereka berbicara apa saja. tentang penyair yang mau hidup seribu tahun lagi, kematian john lennon, sekolah mereka dan keunikan-keunikan kota ini,
‘’ Mau nemenin gw ‘’,Tanya yana menyikutnya.
‘’ Dengan senang hati ‘’
‘’ gw pengen duren ‘’
‘’ Elu jadi boss ‘’
‘’ Cowok dong ‘’
‘’ Ampe muntah ‘’,
‘’ Yang muntah duluan , dia jadi boss ‘’, Usul pay.
‘’ Nggak kita suit, yang menang dia jadi boss ‘’,
Oke, Mereka mengangkat tangan, Suit,,,
Telunjuk dengan telunjuk , seri . Kemudian yana kelingking dan pay dengan jari manis. yana memberengut Padahal jari manis sulit sekali buat suit. Ibu jari dan kelingking , arin melonjak girang.
‘’ Elu jadi boss ‘’, soraknya.
Pay meringis, mengayuh sepeda mini pelan-pelan. yana duduk dengan santainya di boncengan,sepintas orang mengira mereka adalah sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara.

Kini mereka sudah asyik nongkrong mencomoti biji durian, pay terheran-heran melihat yana begitu anteng,dia sudah minta di kupaskan satu durian lagi.
Sudah empat, pay merasa perutnya berontak. Dia menuang air ke kulit durian, meminumnya, biar gak mabok kata orang , ‘’ Gw nyerah dah ‘’, kata pay nyengir mengusap mulutnya.
yana minta satu lagi. Lima ,,
‘’ Hahahahaahh elu kalah , payah luuhhh ‘’, kata yana gembira.
‘’ Langsung pulang yukk , udah malem ‘’ ajak pay.
‘’ gua anter yak ‘’
‘’ Oke , ‘’ jawab yana.
 ‘’ Thank’s a lot ‘’ , Seru pay ketika mereka sudah tiba di depan gerbang rumah yana.
‘’ Gw balik yak ‘’
‘’ Oke , TT DJ yak ‘’ balas yana
‘’ Apa tuh ‘’
‘’ Ati-ati di jalan ‘’ jawab yana sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

Tahukah kamu pay , semenjak kamu bertubrukan dengannya dan senyum nakalmu,mimpinya jadi menggelisahkan, sebanarnya dia ingin menikmati lebih lama lagi keberduaan tadi, tahukah kamu pay, tentang ini.
Sulit untuk membicarakan tentang cinta dengan pay, perempuan memang bukan persoalan baginya. Hanya masalahnya sampai sekarang dia baru bisa memahami seorang perempuan saja, Mamanya , wanita yang sabar , setia,bijaksana, dan penuh kasih sayang.
Jangan percaya terhadap cinta, karena itu akan menjajah hidup kamu, begitu kata pay.
Seorang remaja bandel seperti pay jiwanya tidak bisa di miliki, karena dia butuh inspirasi, kalau jiwanya sudah diikat, berarti dia akan beku dan mati. Baginya cinta bukan harus menjadi jangkar dalam hidupnya. Coba kau tanya para pelaut , kenapa mau jadi pelaut ? jawabya pasti ,gadis-gadis di pelabuhan.



Di kamarnya yana tidak langsung tertidur.Dia membuka lembar kesekian buku diarynya , dan menceritakan kejadian yang barusan di alaminya.
Lalu dia tertidur, mimpi bertemu seorang pangeran.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

Sayup-sayup alunan lagu kupu-kupu malam terdengar di sebuah kamar , Imam memainkan dawai-dawai gitar dengan jemarinya, tak lama dia meletakkan gitarnya dan berbicara kepada pay.
" Lo yakin pay , mau nembak yana,  lo jangan cari masalah ma genk slononk boy, tar bisa di embat luh ma mereka ", Imam berusaha meyakinkan pay yang sudah bertekad bulat untuk mengutarakan isi hatinya pada yana dewi marsNya itu.
" Udah lo tenang ajah, gw udah pikirin apapun resikonya , gw gak mau kehilangan cinta yang udah ada di depan mata gw mam ",Jawab pay dengan penuh keyakinan.
" Itu sih terserah lo dah , gw sebagai teman cuma bisa ngedukung lo dari belakang,,". jawab imam.
" Tapi lu kudu ati-ati tuh ma si aay, kemaren kan luh udah di gebugin ma dia ", Imam coba mengingatkan pay.
" Bukan ma dia aja mam , tapi ama temen-temennya..kalo aaynya doang mah,udah gw vermak duluan dia ". Pay masih terlihat kesal mengingat kejadian itu.
" Kapan emangnya lu mau nembak yana ".
" HmMmm gw lagi nyari waktu yang tepat , gw gak mau hal yang gw lakuin sia-sia begitu ajah , kira-kira kapan yak mam ", pay meminta pendapat imam temannya yang paling di anggap setia kawan olehnya.
" Yang gw denger-denger sih katanya yana kalo tiap minggu pagi pasti ke danau setu gintung pay, lu samperin ajah dia ke sono , tempatnya kan enak kalo buat berduaan ma cewek hehehehehe ,,".
" Bener juga tuh mam , tapi gw bingung mau ngomongnya gimana , lu tawu gw kan mam kaya gimana ". Ucap pay        
" Yak gimana kek , lu bawa bunga atau coklat atau apa gitu yang dia suka , payah lu ... " , Imam menertawakan temannya yang sedang kebingungan dan sepertinya sedang di landa asmara.
" Oia pay , jangan juga karangan bunga orang mati luh bawa hahahahahha ", Canda imam dengan senyumnya yang khas.
" Sialan luh , gw lagi serius juga ", Jawab pay sambil memperlihatkan wajah cemberutnya.
" Hahahahahhah , iya-iya , gw becanda juga ,segitunya ampe ngambek cepet tua luh",, Sahut imam.





Minggu pagi yang cerah di kota jakarta,embun-embun dari ujung dedaunan,berkilauan terbias oleh sinar sang mentari pagi , berbeda seperti hari-hari biasanya yang selalu macet di sana-sini , tapi hari ini orang-orang lebih memilih beristirahat dari rutinitasnya sehari-hari, ya....minggu memang hari yang paling bagus untuk melepaskan penat setelah seminggu di bebankan untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Pay duduk di bawah rindangnya pohon kelapa melihat air danau yang begitu tenang.sesekali angin menyapu pinggir danau sehingga seperti ombak-ombak di lautan, dia menyukai panorama alam yang begitu indah,dengan rokoknya dia melepas kegelisahan dan kegundahan hatinya.
Tanpa di sadarinya yana sang dewi marsNya itu datang dan membangunkannya dari lamunannya.
" Heeii Lagi ngapain ..? tumben banget lo kemari ", sapa yana dengan senyum manisnya.
" Tumben.....???, Emang baru kali ini gw maen kesini, emangnya lo sering yak kemari ", Pay balas menimpali dengan senyum nakalnya.
" Sering banget , tiap minggu gw kemari , yah sekedar ngelepas lelah aja abis tiap hari di sekolahan mulu ", jawab yana.
Mereka lantas begitu cepat akrab walaupun tetap berusaha menjaga jarak,ada yang membuat pay segan terhadap gadis ini,gerakan-gerakannya yang sempurna dan ada keharmonisan satu sama lain, kalau dia tertawa merah mungil bibirnya terbuka dan ada keindahan lain muncul berupa gigi-gigi putih yang cemerlang, sungguh indah ... begitu indah.

Benih-benih cinta mulai menyembul dari dasar samudera hati mereka, tak terhingga......
Pay menatapnya,mereka pun saling bertatapan , terdiam saling menjatuhkan pandangannya.
" Gw sayang ma lo yan ", Dengan gugup pay mengutarakan isi hatinya namun takut seseorang dihadapannya tersinggung.
" Gw juga enggak tawu kenapa sejak gw ketemu lo waktu lo nubruk gw dulu dan ampe sekarang loe tuh selalu ada di angan-angan gw, di mimpi gw, dan gw sendiri juga gak tau itu cinta apa bukan yang jelas gw enggak akan bisa kalo gak ngeliat lo barang sehari ajah ", Pay meneruskan kalimatnya yang tadi sempat terputus dengan nada penuh harapan.

Yana hanya bisa diam terpana , tak menyangka pay akan mengutarakan isi hatinya yang selama ini dia pertanyakan dalam hatinya, ternyata pay juga merasakan apa yang dia rasakan.kata-kata itulah yang di tunggu-tunggu selama ini.
" Heii yan kok lo bengong sihhhh ,, ", Pay membangunkan yana dari lamunannya.
" Oohhh Maaf pay, tadi lo ngomong apa yak ", jawab yana sambil tersenyum malu.
" HmMmm Jadi tadi lo gak dengerin gw ngomong yak ", Jawab pay dengan wajah yang cemberut.
" Gw gak mau ulang perkataan gw untuk yang kedua kalinya " seru pay.



Mereka terdiam hanya saling bertatap mata untuk beberapa saat,
" gimana abis lo liatin gw , udah panteskan gw buat jadi cewek lo ", ucap yana yang membuat pay langsung tersenyum.
" Gw gak tawu mau ngomong apa sekarang, gw juga sayang ma lo pay sejak dulu , tapi gw takut lo gak ngerasain hal yang sama kaya perasaan sayangnya gw ke lo, dan gw juga takut gak bisa jadi apa yang lu inginkan ", yana menjawab dan terasa kaku sekali perkataannya.

" yan, gw sayang ma lo tulus , gak gw buat-buat . gw enggak nuntut apapun kok dari lo, gw cinta ma lo apa adanya gw suka cara lo ngomong,cara lo berpakaian, cara lo senyum, rambut lo, pipi lo,tangan dan kaki lo , semuanya gw suka . dan gw pengen lo yang sekarang , bukan yana yang kemaren, atau yana yang akan datang ", Remaja bandel ini tersenyum nakal sambil memegang tangan yana , sang dewi marsNya itu.
" Coba lo liat mata gw , ada gak kebohongan di mata gw dan sekarang intinya lo mau gak jadi cewek gw ". pay menatap tajam ke arah yana.


" Gw....gw mau jadi cewek lo ", yana menjawab sambil menunduk dan terbata-bata sekali perkataannya.
" Tapi lo janji gak akan ngecewain dan nyakitin hati gw yah ", yana meneruskan perkataannya.

" Hanya cowok bego yang berani nyakitin hati lo yan , gw janji gw enggak akan pernah ngecewain apalagi nyakitin hati lo,Iam promise , gw bakalan ngejaga perasaan yang udah tuhan kasih buat kita , dan gak akan pernah gw sia-siain, gw  bakal ngejagain lo walaupun terbentang jarak antara kita ", Pay berbicara dengan senyum penuh kemenangan karena dewi marsNya itu telah menerima cintanya.

" HmMmm Pay , sini , lo gak mau meluk gw ", yana dengan manjanya menarik tubuh pay ke dalam pelukannya, mereka terhanyut dalam romansa cinta yang agung.cinta yang suci yang terlahir dari sebuah mimpi dan mengisahkan selaksa misteri yang hanya di ketahui oleh hati mereka berdua.

Pay pun tersenyum penuh kebahagiaan , perasaan yang selama ini menjalari hati dan pikirannya kini menjadi kenyataan, bukan sekedar mimpi dan harapan lagi. yana yang selama ini bertahta dalam angan-angannya kini berubah menjadi permaisurinya, betapa bangganya dia bisa menaklukkan hati sang dewi marsNya itu. Air danau di situ gintung pun menjadi saksi dua remaja yang sedang mengikrarkan janji suci , menyatukan kasih sayang yang tak lain dan tak bukan adalah anugerah dari sang pencipta. begitu bahagia...........sungguh bahagia..



Stevai elfauzi


Terima kasih agan-agan yang udah nyempetin mampir baca novel ini ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar